Showing posts with label Pilihan. Show all posts
Showing posts with label Pilihan. Show all posts
- Do'a Si Buta Mendapat Perempuan Yg Sangat Manis Jelita
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...
Kisah absurd ini, terjadi pada seorang buta lagi miskin yang dicampakkan oleh kaum wanita.
Lalu beliau berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah pun mengabulkan do’anya dengan gadis yang paling manis di antara mereka. Kisah ini disebutkan oleh Syaikh Abdul ‘Aziz al-‘Aql dalam muhadarahnya yang berjudul Qashash wa ‘Ibar. Kisah kasatmata ini terjadi pada salah seorang kerabat Syaikh sendiri.
Syaikh Abdul Aziz mengatakan, “Diantara kisah yang pernah saya alami ialah seseorang dari famili saya yang hafal al-Qur’an, dan yang shalih. Saya mengenalnya dan kami mencintainya dikala kami masih kanak-kanak. Orang tadi hebat bersilaturahim dan selalu beristiqamah untuk taat kepada Allah.
Dan beliau ialah orang yang buta. Pada suatu hari, beliau berkata kepada saya, “Hai anakku -waktu itu saya berumur 16 atau 17 tahun- kenapa kau tidak menikah?” Saya jawab, “Hingga Allah memberi saya rizqi.” Dia berkata, “Wahai putraku, bersikap jujurlah kepada Allah, ketuklah pintu Allah, dan berharaplah, pintu kelapangan akan terbuka.” Kemudian beliau berkata kepada saya, “Duduklah wahai putraku, saya akan menceritakan kepadamu, apa yang pernah saya alami dulu.”
Dia melanjutkan, “Saya dulu benar-benar miskin, ibu dan bapakku ialah orang miskin, kami semua sangat miskin, saya sendiri sejak dilahirkan sudah menjadi orang yang buta, pendek dan papa. Segala sifat yang tidak disukai perempuan ada padaku. Kemudian saya sangat menginginkan seorang wanita, akan tetapi kepada Allah saya tumpahkan seluruh keprihatinanku, alasannya ialah dengan kondisiku yang menyerupai itu, akan sulit rasanya untuk mendapatkan seorang istri.
Aku mendatangi ayahku kemudian mengatakan, “Wahai ayah, saya ingin menikah.” Maka ayahku mentertawakanku. Aku memahami bahwa tertawanya ayah ialah sebagai arahan biar saya berputus asa dan melupakan keinginanku untuk menikah bahkan ayahku sempat mengatakan, “Apakah engkau gila nak? Siapa yang mau mengambilmu sebagai menantu? Pertama, kau buta. Kedua, kita semua ialah orang yang sangat miskin. Sadarlah nak! Tidak ada jalan untuk itu.
Sebenarnya, dengan kata-katanya itu ayah telah membunuhku. Waktu itu saya berumur kira-kira 24 atau 25 tahun. Lalu akupun pergi menemui ibuku. Mengadukan perihalku, barangkali ia sanggup membujuk ayahku. Hampir saja saya menangis, dikala ibuku juga mengucapkan kata-kata menyerupai yang diucapkan oleh ayah. Dia mengatakan, “Anakku, kau akan nikah?!
Apakah kau tidak waras nak?! Siapa perempuan yang mau sama kamu?! Daimana kau mendapatkan harta?! Kamu tahu sendiri, bahwa kita semuanya ini sangat membutuhkan sedikit harta untuk bertahan hidup. Kemudian kau juga jangan lupa, bahwa hutang kita telah menumpuk.” Aku tidak berputus asa, kuulangi lagi usahaku untuk memahamkan ayah dan ibuku. Akan tetapi perilaku dan balasan mereka tetap tidak berubah. Pada suatu malam, saya berkata, “Mengapa saya tidak mengadukan hal ini pada Tuhanku yang Maha Pengasih dan Penyayang?
Mengapa saya merengek-rengek dihadapan ayah dan ibu yang memang tidak bisa melaksanakan apa-apa? Mengapa saya tidak mengetuk pintu yang kuasa yang Maha Kuasa dan Perkasa?” Lalu akupun shalat diakhir malam sebagaimana kebiasaanku. Aku mengangkat tangan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan saya katakan diantara do’aku,
Ya Allah, ya Tuhanku, mereka menyampaikan kalau saya miskin padahal Engkaulah yang membuat saya miskin. Mereka menyampaikan kalau saya buta, padahal Engkaulah yang mengambil penglihatanku. Mereka menyampaikan kalau saya ialah buruk dan buruk, padahal Engkaulah yang membuat aku. Ilahi, Tuhanku, Tuanku dan Penolongku, tidak ada sesembahan yang benar kecuali Engkau, Engkau mengetahui apa yang ada didalam jiwaku. Engkau mengetahui keinginanku untuk menikah, dan saya tidak ada daya dan upaya untuk itu. Ayah dan ibuku menyatakan tidak sanggup. Ya Allah, mereka memang tidak sanggup dan tidak mampu. Aku memahami kondisi mereka.
Tetapi Engkau ialah Maha Mulia dan Perkasa yang tidak terkalahkan oleh apapun. Ilahi, kumohon satu rahmat dari rahmat-Mu. Wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengasih dan Penyayang, berikanlah kepadaku dengan segera seorang istri yang penuh berkah, shalihah, dan manis jelita. Yang menenangkan hatiku dan yang menyatukan jiwaku.
Aku berdo’a sementara kedua mataku, mengucurkan air mata dan hatiku menangis merendah dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena saya shalat malam diawal waktu, maka akupun mengantuk. Ketika saya tertidur, saya bermimpi seakan-akan saya berada disebuah tempat yang sangat panas. Sepertinya ada kobaran api yang sangat dahsyat. Tidak usang sesudah itu, saya melihat ada satu kemah yang turun dari langit. Kemah yang sangat indah mempesona, belum pernah saya melihat sebelumnya.
Hingga kemah itupun turun diatasku dan memayungiku. Bersamaan dengan itu, ada hawa cuek yang saya tidak bisa menceritakannya alasannya ialah benar-benar membawa sebuah kedamaian, sampai saya terbangun alasannya ialah kedinginan sesudah merasa kepanasan yang amat sangat. Aku terbangun dan perasaanku sangat bahagia dengan mimpi tersebut. Dipagi yang buta saya pergi menemui seorang alim yang sanggup menafsiri mimpi.
Maka sesudah saya ceritakan apa yang kualami dalam mimpi itu, seorang alim tersebut menyampaikan kepadaku, “Hai anakku, engkau sudah menikah, jikalau tidak, mengapa kau tidak menikah?” Maka saya katakan, “Tidak, demi Allah saya belum menikah.” Dia bertanya, “Mengapa engkau tidak menikah?” Kukatakan, “Demi Allah Ya Syaikh, menyerupai yang engku ketahui, saya ialah seorang yang buta lagi miskin, dan buruk rupa.” Dia berkata, “Hai anakku, apakah tadi malam engkau telah mengetuk pintu Tuhan mu?” Kukatakan, “Ya, saya telah mengetuk pintu Tuhan ku.” Syaikh berkata, “Pergilah wahai putraku, perhatikanlah gadis yang paling manis dalam benakmu dan pinanglah, alasannya ialah pintu itu telah terbuka untukmu.
Ambillah yang terbaik apa yang ada dalam dirimu dan jangan merasa rendah dengan mengatakan,
“Aku ialah seorang yang buta, maka saya akan mencari perempuan yang buta pula, jikalau tidak maka yang begini, dan yang begitu. Tetapi perhatikanlah gadis yang terbaik, alasannya ialah pintu itu telah dibuka untukmu.”
Setelah saya berfikir dalam diriku, saya menentukan gadis yang dikenal sebagai gadis yang paling manis di tempat itu disamping mempunyai nasab dan keluarga yang terhormat. Maka saya mendatangi ayah, kukatakan barangkali ayah mau pergi kepada mereka guna meminang gadis itu untukku. Ayah menolak dengan keras, lebih keras dari penolakannya yang pertama. Dia benar-benar menolak secara mentah-mentah mengingat rupaku yang buruk dan kemelaratanku, apalagi gadis yang kuinginkan ialah gadis yang paling manis di negeri itu. Maka saya pergi sendiri.
Aku bertamu kepada keluarga itu, mengucapkan salam kepada mereka dan menyampaikan kepada orang tuanya, “Saya menginginkan Fulanah (maksudnya putrinya).” Dia menjawab, “Kamu menginginkan putriku?” Saya jawab, “Ya.” Maka beliau menjawab, “Demi Allah, ahlan wasahlan, wahai putra Fulan, selamat tiba wahai pembawa Al-Qur’an, demi Allah hai putraku, kami tidak mendapatkan pria yang lebih baik darimu, akan tetapi saya berharap biar putriku mau menerimanya.” Kemudian ia pergi menuju putrinya dan mengatakan, “Wahai putriku, ini Fulan tiba meminangmu. Memang beliau buta akan tetapi beliau hafal Al-Qur’an, beliau menyimpan Al-Qur’an di dalam dadanya.
Apabila engkau sanggup merelakannya untukmu, maka tawakkallah kepada Allah.” Sang putripun menjawab, “Sesudahmu, tidak ada hal lain wahai ayah, kami bertawakkal kepada Allah.”
Selang sepekan sesudah itu, perempuan manis itupun menjadi istri bagi si buta yang miskin dengan taufik Allah dan fasilitas dariNya alasannya ialah keutamaan Al-Qur’an.
Note: Artikel ini berasal dari aneka macam sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya alasannya ialah telah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik orisinil yang sudah bersusah payah lagi tulus membuat artikel ini. Aamiin. ETAKKAN KODE ADSENSE YANG SUDAH DI PARSE DI SINI
Labels:
Pilihan,
Recommend For Vha MZ
- Burung Beo Pak Ustad
LETAKKAN KODE ADSENSE YANG SUDAH DI PARSE DI SINI
SAKITNYA SAKARATUL MAUT
Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz mempunyai burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu'alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya
Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang h
ingga terkapar sekarat kemudian meninggal
Sang Ustadz terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali murung sampai seminggu lamanya.
Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih lantaran burungnya mati, mereka berkata:
"Ustadz, kalau hanya burung yang menciptakan ustadz sedih, kami mampu menggantinya dengan yang dapat berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung sampai sedemikian lamanya!"
Sang Ustadz menjawab: "Aku bukan bersedih lantaran burung itu."
Para Santri: "Lantas kenapa ustadz?"
Sang Ustadz: "Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat sesudah tertabrak?"
Para Santri: "Ya, kami melihatnya."
Sang Ustadz: "Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun ketika mencicipi PERIHNYA sakaratul janjkematian menjemput, hanya perih yang terasa.
Lalu saya teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.
Padahal burung itu tidak diganggu setan ketika sakaratul maut, sedangkan insan diganggu setan ketika sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, khusnul khotimah ataukah su'ul khotimah?"
Para Santri pun bengong dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya, bagaimana keadaan mereka ketika menjemput sakaratul maut?
AJAL tidak akan pernah menunggu kita bertaubat,
Justru kita lah yang seharusnya senantiasa menunggu AJAL sambil bertaubat.
Jauhilah maksiat meski sesaat, lantaran dapat jadi kita meninggal ketika berbuat maksiat sesaat, kemudian dibangkitkan di hari kebangkitan dengan keadaan sedang berbuat maksiat.
"Setiap insan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika meninggal. Abid dibangkitkan dalam keadaan Abid, Kafir dibangkitkan dalam keadaan Kafir." HR.Muslim
Ya Allah, lindungilah kami di final kami.
Jika kami harus menghadapmu, panggillah kami dalam keadaan baik & Khusnul Khotimah. Jauhkanlah kami dari fitnah setan yang mengganggu ketika sakaratul janjkematian . . . Aamiin
Note: Artikel ini berasal dari aneka macam sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya alasannya yakni sudah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik orisinil yang sudah bersusah payah lagi tulus menciptakan artikel ini. Aamiin. ETAKKAN KODE ADSENSE YANG SUDAH DI PARSE DI SINI
Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz mempunyai burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu'alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya
Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang h
ingga terkapar sekarat kemudian meninggal
Sang Ustadz terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali murung sampai seminggu lamanya.
Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih lantaran burungnya mati, mereka berkata:
"Ustadz, kalau hanya burung yang menciptakan ustadz sedih, kami mampu menggantinya dengan yang dapat berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung sampai sedemikian lamanya!"
Sang Ustadz menjawab: "Aku bukan bersedih lantaran burung itu."
Para Santri: "Lantas kenapa ustadz?"
Sang Ustadz: "Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat sesudah tertabrak?"
Para Santri: "Ya, kami melihatnya."
Sang Ustadz: "Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun ketika mencicipi PERIHNYA sakaratul janjkematian menjemput, hanya perih yang terasa.
Lalu saya teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.
Padahal burung itu tidak diganggu setan ketika sakaratul maut, sedangkan insan diganggu setan ketika sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, khusnul khotimah ataukah su'ul khotimah?"
Para Santri pun bengong dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya, bagaimana keadaan mereka ketika menjemput sakaratul maut?
AJAL tidak akan pernah menunggu kita bertaubat,
Justru kita lah yang seharusnya senantiasa menunggu AJAL sambil bertaubat.
Jauhilah maksiat meski sesaat, lantaran dapat jadi kita meninggal ketika berbuat maksiat sesaat, kemudian dibangkitkan di hari kebangkitan dengan keadaan sedang berbuat maksiat.
"Setiap insan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika meninggal. Abid dibangkitkan dalam keadaan Abid, Kafir dibangkitkan dalam keadaan Kafir." HR.Muslim
Ya Allah, lindungilah kami di final kami.
Jika kami harus menghadapmu, panggillah kami dalam keadaan baik & Khusnul Khotimah. Jauhkanlah kami dari fitnah setan yang mengganggu ketika sakaratul janjkematian . . . Aamiin
Note: Artikel ini berasal dari aneka macam sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya alasannya yakni sudah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik orisinil yang sudah bersusah payah lagi tulus menciptakan artikel ini. Aamiin. ETAKKAN KODE ADSENSE YANG SUDAH DI PARSE DI SINI
Labels:
Pilihan
- Analogi Kehidupan Manusia
LETAKKAN KODE ADSENSE YANG SUDAH DI PARSE DI SINI
Ada seorang cowok yang sedang berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, dikala ia sedang berjalan-jalan, datang -tiba terdengarlah Bunyi ngauman bunyi harimau…
Auuuummmm… .!!!!!
Seekor harimau yang sedang lapar Dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya. Tiba-tiba tanpa disedari oleh cowok tersebut.. harimau itu sudah berada dihadapan cowok itu. Disebabkan terlalu takutkan harimau itu, ia pun berlari dan sejauh yg termampu , Harimau yang sedang lapar itu sudah tentu tidak akan melepaskan ia pergi begitu sahaja , harimau itu pun mengejar cowok tadi .
Ditengah kepanikkan itu, cowok tadi sempat Berdoa, biar diselamatkan dari terkaman harimau itu dan ia amat bersyukur kerana doanya dikabulkan, dalam keadaan ia sedang berlari ia terpandang sebuah perigi tua,, terlintas Difikirannya untuk lompat kedalam perigi itu, kerana harimau niscaya tidak akan mengejarnya dan ikut lompat sama kedalam perigi tersebut.
Amat bernasib oke cowok itu kerana ditengah-tengah perigi itu ada tali yang menjulur ke bawah, jadi cowok tadi tidak perlu melompat yang mungkin akan menjadikan kakinya patah disebabkan dalamnya perigi tersebut.
Namun, tali itu pendek Dan tak termampu untuk ia menjejakkan kaki kedasar perigi tersebut , dan hasilnya ia bergayutlah ditengah-tengah perigi itu, dikala cowok itu sedang bergayut , cowok itu mengangkat mukanya keatas, ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir perigi itu , Dan dikala ia menunduk kebawah, terdengar bunyi kacukan air yang ganas,.. sehabis diamati ternyata Ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya,.
Pemuda itu mengeluhhh....
Ya Allah apakah yg harus saya lakukan???, diatasku harimau sedang menunggu, dibawah buaya bersiap-sedia menerkamku, dikala cowok itu sedang memikirkan cara untuk keluar dari perigi itu, tiba-tiba di celah-celah perigi itu terdapat lobang kecil dan tanpa di jangka oleh cowok itu maka keluarlah seekor tikus putih .
.ciiit…ciiit. .. ….ciit…yang naik meniti tali cowok tadi Dan ia menggigit tali cowok tadi, belum sempat cowok itu terjaga dari terkejutnya ia akan hal itu pada masa yang sama dari lobang itu juga muncul lagi seekor tikus hitam yang melaksanakan hal sama mirip tikus putih tadi menggigit tali yang diguna oleh cowok itu untuk begayut.
ooohhhh…jika tali ini putus, .habislah riwayatku dimakan buaya..!!! Cemas ia berpikir,… jikalau saya naik keatas …, sudah niscaya harimau menerkamku, . ..jika menunggu disini , tali ini akan putus Dan Buaya dibawah ini telah usang bersiap sedia untuk menjamahku...
Saat itulah ia mendengar deruan serombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang Mereka,.. ia mendongakkan wajahnya keatas ..Dan tanpa disangka-sangka jatuhlah setitis madu dari lebah itu dan kebetulan jatuh sempurna dalam lisan cowok itu..
Spontan cowok tadi berkata…
Subhanallah ... Alangkah manisnya madu Ini ,.. gres kali ini saya mencicipi madu semanis Dan selazat ini…!!! Dia lupa akan bahaya buaya Dan harimau tadi.
Tahukah kamu, inti pati dari dongeng diatas…secara analoginya -- Pemuda tadi yakni Kita semua 'manusia', harimau yang mengejar yakni maut Kita, simpulan hidup memang selalu mengejar kita . Kaprikornus ingatlah akan mati. Dua ekor buaya yakni diumpamakan sebagai malaikat Munkar Dan Nakir yang menunggu Kita di alam kubur Kita nantinya .
Tali daerah cowok bergayut yakni umur Kita ,. Tikus putih Dan tikus hitam yakni dunia Kita siang Dan juga malam yang sentiasa mengikis umur Kita. Diibaratkan dongeng tikus td yang menggigit tali cowok itulah siang dan malam . Madu setitis yang jatuh itu yakni nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setitis tadi masuk ke lisan cowok itu, ia terlupa akan bahaya harimau Dan buaya yang sedang menunggunya ,.. begitulah Kita , dikala Kita mendapatkan nikmat sedikit, Kita lupa kepada Allah . Ketika susah gres ingat kepada Allah.. Astaghfirullah
Note: Artikel ini berasal dari aneka macam sumber luar milik orang lain, dan maaf saya tak mencantumkan sumbernya alasannya yakni sudah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik orisinil yang sudah bersusah payah lagi nrimo menciptakan artikel ini. Aamiin. ETAKKAN KODE ADSENSE YANG SUDAH DI PARSE DI SINI
Labels:
Pilihan
- Hikayat Percakapan Imam Al-Ghazali Dengan Muridnya
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya kemudian dia bertanya ( Teka-Teki ) :
Imam Ghazali = ” Apakah yang paling bersahabat dengan diri kita didunia ini?”
Murid 1 = ” Orang renta “
Murid 2 ” Guru
Murid 3 = ” Teman “
Murid 4 = ” Kaum kerabat
Imam Ghazali = ” Semua tanggapan itu benar. Tetapi
yang paling bersahabat dengan kita ialah MATI.
Sebab itu akad Allah bahawa setiap yang bernyawa niscaya akan mati ( Surah Ali-Imran :185).
Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 = ” Negeri Cina “
Murid 2 = ” Bulan”
Murid 3 = ” Matahari “
Murid 4 = ” Bintang-bintang “
Iman Ghazali = ” Semua tanggapan itu benar. Tetapi
yang paling benar yakni MASA LALU. Bagaimanapun kita,apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan sanggup kembali ke masa yang lalu.
Oleh alasannya itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang
akan tiba dengan perbuatan yang sesuai dengan aliran Agama”.
Iman Ghazali = ” Apa yang paling besar didunia ini?
Murid 1 = ” Gunung “
Murid 2 ” Matahari “
Murid 3 = “ Bumi “
Imam Ghazali = ” Semua tanggapan itu benar, tapi yang besar sekali yakni HAWA NAFSU
(Surah Al A’raf: 179).
Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita,jangan hingga nafsu kita membawa ke neraka.”
Imam Ghazali = ” Apa yang paling berat didunia
Murid 1 = ” Baja”
Murid 2 = ” Besi”
Murid 3 = ” Gajah “
Imam Ghazali” Semua itu benar, tapi yang paling berat yakni MEMEGANG AMANAH
(Surah Al-Azab : 72 ).
Tumbuh-tumbuhan,binatang, gunung, dan malaikat
semua tidak bisa saat Allah SWT
meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di
dunia ini. Tetapi insan dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi undangan Allah SWT
sehingga banyak insan masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”
Imam Ghazali = ” Apa yang paling ringan di dunia ini? ?
Murid 1 = ” Kapas”
Murid 2 “ Angin “
Murid 3 = ” Debu “
Murid 4 = “ Daun-daun”
Imam Ghazali = ” Semua tanggapan kau itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah
MENINGGALKAN SOLAT.
Gara-gara pekerjaan kita atau urusan
dunia, kita tinggalkan solat “
Imam Ghazali = ” Apa yang paling tajam sekali didunia ini”??
Murid- Murid dengan serentak
menjawab = “Pedang “
Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini yakni LIDAH MANUSIA. Kerana
melalui lidah,manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri “
Note: Artikel ini berasal dari banyak sekali sumber luar milik orang lain, dan maaf aku tak mencantumkan sumbernya lantaran telah lupa & tak tahu akan sumber tersebut.
Semoga pahala amal jariah selalu tercurah kepada pemilik orisinil yang sudah bersusah payah lagi tulus menciptakan artikel ini. Aamiin.
ETAKKAN KODE ADSENSE YANG SUDAH DI PARSE DI SINI
Labels:
Pilihan
Subscribe to:
Posts (Atom)



